




err sbenernya gw blm minta izin orgnya sih, tp pasti boleh lah, toh gw promosiin blognya juga

~ kabur
(Read the rest...)
Title: Battle Royale (Batoru Rowaiaru)
Genre : Action, drama, thriller
Casts:
Fujiwara Tatsuya (Death Note, Shinsengumi) as Nanahara Shuya
Maeda Aki as Nakagawa Noriko
Yamamoto Taro (Tantei Gakuen Q, Shinsengumi) as Kawada Shougo
Ando Masanobu as Kiriyama Kazuo
Kitano Takeshi /Beat Takeshi (Takeshi’s Castle??) as Kitano
Shibasaki Kou (Sekai no Chuusin de Ai o Sakebu, Galileo) as Soma Mitsuko
Kuriyama Chiaki (Ju-On, Kill Bill vol.1) as Chigusa Takako
Tsukamoto Takashi (Taiyou no Uta, Kekkon Dekinai Otoko) as Mimura Shinji
Sinopsis ala gw:
Setting film ini yaitu saat kondisi Jepang sedang kacau, banyak pengangguran, para pelajar memboikot sekolah dan memberontak sama orang dewasa. Dengan alasan ’justice’, orang dewasa memberi pelajaran kpd mreka dgn cara membuat sebuah survival program yang bernama ’Battle Royale’. Program ini mengambil secara acak salah satu kelas tingkat 9 (3 smp) dari seluruh jepang untuk diasingkan ke sebuah pulau terpencil.
Si pemeran utama, Nanahara Shuya yang baru ditinggal bunuh diri oleh ayahnya adalah salah satu siswa kelas 3-B Shiroiwa Chugakko, yang secara ’beruntung’ terpilih menjadi peserta Battle Royale tahun ini.
Ketika seisi kelas sedang berada di sebuah bis untuk melakukan tour ke seuatu tempat, mereka dibuat pingsan dan betapa kagetnya mereka saat tersadar sudah berada di sebuah pulau kecil bernama Pulau Okishima dengan sebuah collar (gak tau bhs indo-nya, tp klo disebut kalung kayaknya gak tepat) di leher masing”. Sang sensei, Kitano jadi psycho dan menyuruh mereka untuk saling membunuh.
Maka dimulai lah perjuangan Shuya bersama Nakagawa Noriko yang berusaha bertahan hidup tanpa saling membunuh. Apalagi senjata yang mereka dapat memang gak memungkinkan untuk membunuh (Shuya: tutup panci LOL, Noriko: kekeran). Di sisi laen, sebagian besar siswa 3-B yang lain sudah mulai serius ’bermain bunuh-bunuhan’, terutama Mitsuko Soma, cewek garang yang membunuh semua orang yang ditemuinya. Selain dia, Kiriyama Kazuo murid baru yang pindah saat permainan dimulai (diperkirakan utk alasan kesenangan) juga rajin memburu mangsanya. Mimura Shinji, justru sibuk ngoding dan menyempurnakan software buatannya untuk nge-hack sistem game ini, dan menyuruh 2 orang temannya, Keita Ijima dan Yutaka Seto untuk membuat bom.
Untungnya Shuya dan Noriko yang helpless ini bertemu dan bekerja sama dengan Kawada Shougo, seorang murid pindahan lain yang hanya membunuh orang yang berbahaya dan punya masa lalu yang suram berkaitan dengan BR. Berhasilkah Shuya dkk keluar dari permainan ini dgn selamat?? Yah klo lo penasaran (dan tahan ngeliat darah) silakan tonton sendiri...
Review:
Secara gw blom pernah baca sinopsisnya, tadinya gw pikir gw bakalan liat mafia”an yang adu tembak pake pistol gitu... (penafsiran ngasal dgn melihat judul). Alhasil pas gw nonton sendiri di kostan, gw cuma bisa bengong.... dan sepatah kata yg keluar dari mulut gw adalah ”anjr*t”
Dan entah mengapa begitu selesai nonton, gw merasa agak depresi. Mungkin karna gw orangnya lemah lembut, tidak suka kekerasan, dan cinta damai… (huekk cuih cuih)
Akhirnya ke-esokan harinya gw mengajak 3 orang teman gw yang cukup psycho untuk mau aja gw ajak nonton film ini. Padahal dari awal gw uda kasi warning “eh film ini dari awal ampe akhir isinya bunuh”an doank loh…”
Aneh”nya, beberapa bagian justru bikin kita ketawa ngakak, misalnya :
(SPOILER! highlight for clearer view)
~ video instruksi game yg berkesan ‘gembira’, karna cewek di video menjelaskan dengan ceria dan cara bicara yg lucu
~ waktu Noriko lagi nyari” Shuya di hutan, Shuya yang lagi luka” dan penuh dengan perban akhirnya muncul dengan tertatih”, yang ada si Noriko cuma berdiri dan diem ngeliatin. Samperin kek, bantuin, apa gitu!
~ stelah Kitano ditembak bertubi” dia masi bisa bangun dan jalan dengan santai untuk ngangkat telpon. Kita berempat cuma bisa “wtf?”.
Overall gw kasi rating 7.5 dari 10. Cukup seru dan efek”nya meyakinkan. Buat yang biasa nonton Gergaji (SAW), ini selingan yang cukup ‘menghibur’, buat yang gak begitu suka yang sadis”, tetep worthed ditonton (maksa hehe) tapi disarankan nontonnya bareng org lain....